Senin, 22 Juni 2009

BANGUN KARANGASEM BUPATI GEREDEG GENJOT TIGA SENDI

Guna mengejar ketertinggalan Karangasem dalam berbagai bidang pembangunan, Bupati Karangasem I Wayan Geredeg, SH. memfokuskan menggarap tiga sendi utama yakni bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.

Hal tersebut diutarakan Bupati Geredeg menjawab pers di Amlapura (22-1-09). Dikatakan, sesuai target visi – misi ketiga bidang terasebut merupakan sektor dasar yang perlu diangkat sebelum memberi tekanan pada kesetimbangan pembangunan sektor lainnya. Pada sektor pendidikan misalnya, selain telah meletakkan dasar pada 3,5 tahun kebelakang melalui pembenahan infrastruktur sarana prasarana pendidikan, sehingga mengeleminir kerusakan gedung sekolah, juga mendorong pembebasan buta aksara dan angka serta wajib belajar 9 tahun ditandai diperolehnya penghargaan Anugerah Aksara Pratama dari Presiden.

Dikatakan, bahkan ditengah wacana alokasi dana pendidikan 20% pada APBD, Karangasem selama 2 tahun sudah melampaui target tersebut yakni tahun 2008 teralokasi sekitar 40% dan tahun 2009 kini dialokasikan sekitar 39% dana untuk sektor pendidikan secara menyeluruh. Dengan upaya tersebut diharapkan sejumlah masalah pendidikan selain kekurangan SDM guru yang juga sudah sukses diatasi dengan perolehan pengadaan 633 orang guru pada tahun 2008 juga masih dijanjikan dibantu pada pengadaan berikutnya. Pelbagai sisi kelemahan sektor pendidikan terutama kekurangan guru, peningkatan mutu proses belajar mengajar, peningkatan sarana prasarana dan kesejahteraan guru telah memberi efek pada makin membaiknya indeks angka partisipasi kasar (APK) pendidikan secara umum.

Disektor kesehatan, upaya keras juga telah dilakukan melalui pengadaan alkes (alat kesehatan) baik melalui program bantuan luar negeri maupun dari pendanaan pusat dan daerah, berikut pembangunan sarana gedung di puskesmas-puskesmas menjadi status rawat inap serta sarana pada lembaga RSUD Kabupaten. Di samping itu, pemenuhan tenaga SDM kesehatan lambat laun juga sudah dapat dipenuhi melalui pengadaan rekrutment CPNS tahun 2008 serta pengangkatan tenaga honorer tahun 2007 dan 2008. Untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat kurang mampu, program Jamkesmas juga telah disiapkan, bahkan di luar daftar SK. Menkes telah disiapkan dana yang bersumber dari APBD II untuk menanggulangi masyarakat yang membawa SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Dalam bidang kesehatan selain ditandai keberhasilan memperoleh penghargaan Bakti usaha Arutala dari Menkes dyang iberikan kepada Nyonya I Wayan Geredeg, juga diraih penghargaan GSI-B nasional dari Meneg Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta kepada Bupati Karangasem. Namun demikian, karena sektor kesehatan rentan dengan wabah penyakit, tetap dilakukan antisipasi untuk menekan dampak kerugian atau korban yang lebih banyak lagi di masyarakat.

Sementara itu pada pilar ketiga, yakni kesejahteraan sosial diarahkan pada upaya peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat melalui pembangkitan sektor riil serta pemberdayaan masyarakat dengan ditopang kekuatan inti gerakan koperasi serta geliat sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), termasuk melalui pola Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang merupakan kerjasama antara Pemkab Karangasem dengan BPD Bali sebesar 1 milyard rupiah. Melalui pola gerai sektor riil dari hulu ke hilir, upaya menghimpun investasi pembangunan telah sukses dilakukan dengan indikasi meningkatnya asset pembangunan hingga sekitar 1 trilyun pada akhir 2008. Peningkatan tajam APBD dalam 3 tahun belakangan, tergenjotnya belanja modal serta meroketnya PAD merupakan sukses tersendiri dalam memupuk modal pembangunan. Dari kemampuan itu, dikatakan Geredeg, diharapkan bisa tumbuh dan berdampak pada perbaikan dan geliat sektor riil, sektor UMKM serta dinamika sektor non formal dan kaki lima di masyarakat ditandai dengan tumbuhnya aneka usaha dan lapangan kerja.

Sejumlah investasi besar yang sukses diraih Karangasem yang potensial memberi multiplayer effect ekonomi kerakyatan seperti pembiayaan dermaga cruise hingga 133M yang akan menggulirkan sektor pariwisata dalam berbagai sisi, Brodstok pengembangan komoditi udang di Desa Bugbug sebesar 20M juga diharapkan memberi suatu aktifitas usaha baru serta lapangan kerja serta dibidang pembangunan sektor air sekitar 171M yang diharapkan memberi efek pada geliat sektor pertanian umum, peternakan, perikanan serta usaha lainnya, sehingga secara mendasar dapat meningkatkan taraf kesejahteraan bagi masyarakat Karangasem yang setiap tahunnya menjerit kekurangan air.

Menyangkut kemiskinan dijelaskan Geredeg bahwa secara umum pengentasan kemiskinan yang dicanangkan bisa dientaskan sebagai Kabupaten berpredikat tertinggal pada tahun 2009. Namun diakui, masih menghadapi angka cukup tinggi dari kemiskinan sekitar 40.272KK. Kendati secara nasional pembangunan Karangasem dinilai Meneg Percepatan Daerah Tertinggal (PDT) telah memasuki nominasi Kabupaten entas ketertinggalan karena dinilai pola pembangunannya selama 3 tahun berpihak pada sektor pengentasan ketertinggalan, disebutkan Bupati Geredeg, hanya tidak ingin penuntasan kemiskinan bersifat semu. Oleh karenanya usaha mendorong dan mengejar investasi pembangunan dengan memanfaatkan modal luar terus menerus harus dilakukan. Kesiapan darerah untuk menerima investor harus dilakukan dengan mengeleminir hambatan dari dalam yang biasanya lebih keras menghadang. Ia mengharapkan masyarakat bisa menyadari betapa besar arti investasi bagi kemajuan Karangasem ke depan.

Untuk itu, Bupati Geredeg bakal terus berjuang untuk memperoleh simpati bagi lokasi pembangunan bandara di Karangasem sebagai satu-satunya upaya untuk mengurangi kesenjangan pembangunan Bali, melepaskan Karangasem dari ketertinggalan dan meningkatkan kesetaraan taraf kesejahteraan masyarakat Karangasem dengan daerah lain. Dengan memadainya akses jalan yang akan didukung pembangunan jalur Jalan Prof. Mantra hingga ke Singaraja, serta pemanfaatan tanah kritis di perbatasan Singaraja-Karangasem, antara Tembok dan Tianyar Barat tersedia 300 ha tanah negara yang siap dikembangkan sebagai lokasi bandara.